Kuliah pagi adalah salah satu kegiatan yang paling gue benci, karena selain harus dibangunin sama nyokap dengan cara yang tidak berkeprimanusiaan (disiram air teh), gue juga harus menderita yang namanya penyakit pagi, yaitu mules.
Mungkin sebagian dari kalian juga merasakan hal yang sama kaya gue. Ngga? Bah! Brarti cuma nyokap gue doang yang seneng banget ngebangunin gue dengan cara nyirem air teh ke gue. Gue rasa itu sudah menjadi salah satu hobi dia.
Gue membayangkan..
'Mamanya Johan, hobi anda apa?'
'Nyirem anak saya pake air teh' Jawab nyokap gue dengan penuh kebahagiaan seolah-olah hobinya itu adalah salah satu hobi yang lagi trending topic di muka bumi ini.
Selain pake air teh, gue juga sering menderita penyakit pagi yang namanya MULES. Mules itu kaya kiamat lho, bisa datang kapan saja, dan ngga ada yang tau kapan dia bakal dateng. Gue curiga, jangan-jangan pas gue sidang tugas akhir nanti tiba-tiba gue mules, pas lagi presentasi eh tiba-tiba... PREEETTTT. Bisa-bisa gue masuk koran kampus.
Anyway..
Gue udah resmi menjadi mahasiswa BSI (Bina Sarana Informatika). Biasa aja sih. Ga spesial-spesial amat. Harusnya gue bisa masuk UI (Universitas Indonesia), tapi karena keangkuhan gue, gue gagal. Sial. Padahal kan kalo seandainya gue masuk UI, gue bisa ketemu sama Andovi da Lopez & Jovial da Lopez. Gue ngefans berat sama tuh orang. Sayangnya takdir berkata lain, gue malah masuk BSI. Padahal gue udah siapin plot buat nge-date bareng Andovi sambil pegang-pegangan tangan, tukeran nomor HP, dan PDKT, *ditendang*.
Just kidding...
Pas pertama kali masuk kuliah pun gue cuma diem aja kaya orang kesasar. Ga ada satupun yang gue kenal disini. Satu-satunya temen yang gue kenal cuma si Bintang, temen gue di SMK. Dia satu-satunya orang yang selalu ngikutin gue kemana-mana. Di kampus, dia ngikutin gue. Di sekolah (dulu), dia ngikutin gue. Dia masuk BSI pun sepertinya karena mau ngikutin gue. Seolah-olah dia tuh bagaikan buntut gue yang selalu mengikuti gue kemanapun gue pergi.
Gue curiga, jangan-jangan pas gue lagi boker eh dia ngikutin gue.
'Tahan.. tahan... tahan... iya! Keluarin Joh! Adohhh! Pake tenaga dong ngedennya! Jangan kaya banci! You're a man, right!? Ayo! Kamu pasti bisa!!' Bintang berusaha menyemangati gue disaat gue lagi boker, dan dia berdiri tepat disamping gue dengan jarak 15cm dari tempat gue boker.
'TIDAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!!' Oh bumi, telanlah aku sekarang tapi jangan rusak ketampananku.
Suasana di kampus sama suasana pas di SMK dulu tuh rasanya bener-bener beda jauh. Sudah terlihat jelas ketika para mahasiswa-mahasiswi memasuki ruang kelas. Muka-mukanya pun bervariatif, beda-beda (Ya iyalah!).
Cowo-cowo di kelas ada yang penampilannya kaya geng motor. Ada yang penampilannya kaya mas-mas yang tersesat di pegunungan Jayapura selama 3 tahun. Bahkan ada yang penampilannya kaya Yoda (Indonesian Idol), entah dia ngefans sama dia sampe-sampe ngikutin gaya rambut, atau memang dia adalah saudara kembar Yoda yang telah hilang karena tertukar di rumah sakit. Asoy~
Yoda Yang Tertukar.
Kalau cewe-cewenya sih kurang menarik. Ngga ada artis kelasnya sih. Kalau seandainya ada kan pasti gue bakal semangat kuliah. Gue juga yakin banyak cowo-cowo yang setuju sama pola pikiran gue. Kalau ada artis cewe di kelas pasti kalian bakal semangat belajar kan? Ngaku dah lu, cowo-cowo! Ya minimal cakep dan semok lah wkwkwkwk..
Kami, para laki-laki rendahan emang membutuhkan perjuangan ini ya..
TOSS!!
Hari demi hari pun terus bergulir seperti tringgiling yang menderita kanker payudara (Iya, emang ga nyambung), gue sudah mulai akrab dengan beberapa jenis kelamin yang ada di kelas. Ralat. Maksud gue , gue udah mulai akrab dengan beberapa orang di kelas.
Mulai dari si David, si pria berkulit putih mempesona dan bertubuh gemuk-cudly-nan-asoy yang sangat gemar dengan GTA V (Grand Theft Auto). Setiap hari, bahan pembicaraan gue dengan orang ini ga lepas dari GTA, GTA, GTA, dan GTA. Sampe-sampe gue sama dia belajar bahasa gangster. Saking nge-fans sama GTA, gue sama dia tiap hari ngomong pake bahasa gangster.
'Yo.. 'sup, homie?' Gue nyapa si David dengan gaya ala gangster.
'Let's get some fuckin' batagor over there, nigga' David juga pake gaya dan logat yang sama.
'Fo' sho'! Nigga...'
Sampe-sampe pernah pas pelajaran B.ing, dimana seharusnya disuruh conversation pake bahasa Inggris yang baik, formal, dan benar, gue sama David malah pake bahasa gangster. Lengkap dengan kata ass, dog, nigga, motherfucker, shit, fool, dan lain-lain yang berbau gangster di setiap kalimat. Dan hasilnya kita berdua dimarahin sama dosen bahasa Inggris -_-
Dan mentang-mentang gue berkulit hitam, si David sekarang malah manggil gue Franklin. Franklin itu adalah salah satu karakter GTA V, berkulit hitam, negro, dan pendek. Gue rasa dia berpikir kalau orang Ambon itu sama kaya orang negro di Amerika -_-
You see that? Lebih ganteng gue daripada Franklin kan?
David, gue rasa lu menderita penyakit katarak -_-
Kemudian, gue juga akrab dengan seorang manusia berjenis kelamin laki-laki yang bernama Engel. Dia ini orang Ambon sama kaya gue, tapi dia ga terlalu bisa bahasa Ambon. Ini sebenernya membuat gue agak kesel sih ya, karena baru kali ini gue nemu orang Ambon yang bicara dengan logat Sunda -_-
Mulai dari segi bentuk muka, gue rasa dia hasil mutasi antara wajah dengan TV, karena mukanya itu lho~ KOTAK -_-
Cuma dia lah satu-satunya orang di kelas yang paling mengerti perasaan gue, karena kita sama-sama suka lagu-lagu Ambon. Kayak misalnya Naruwe, Doddie Latuharhary, Yochen Amos, dll.
Saking pengertiannya dengan perasaan gue, gue selalu curhat ke dia kalau gue lagi galau. Mulai dari soal cewe, soal keluarga, sampe soal gue cepirit di celana pas presentasi bahasa Inggris pun gue ceritain semuanya ke dia dengan penuh drama dan air mata yang kilat-kilat tak menentu.
Gua sama dia dijulukin penyanyi kelas, karena kerjaan gue kalo udah nempel sama Engel itu tuh cuma satu, yaitu nyanyi. Gue sama dia selalu nyanyi lagu-lagu Ambon sampe cewe-cewe pun seneng sama suara kita, katanya sih suara kita bagus, ga berantakan. Tapi, kalo soal muka, kita emang berantakan.
And, you know what?
Orang Ambon itu terkenal dengan suara, dan orangnya manis-manis. Meskipun yang manis sih emang dia, sedangkan gue najis. Gue sempet curiga pas para cewe-cewe ngeliat gue sama Engel nyanyi, perhatian mereka hanya fokus sepenuhnya ke Engel, sedangkan gue di-ignore oleh para cewe-cewe seolah-olah gue ini seperti penari latarnya Agnes Monica yang kerjaannya joget-joget tak menentu (gak nyambung ya? gue juga ga tau kenapa).
Satu kalimat buat lo semua, tolong hargailah perasaan laki-laki rendahan-nan-asoy-aselole-meleketejumjum-waw-waw seperti saya.
ASOY!
HIDUP LAKI-LAKI NGENES!!!
Hari demi hari pun gue jalani. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Pokoknya begitu terus sampe mati -__-
Sampai pada suatu hari gue mulai bisa beradaptasi dengan atmosfer di kelas, gue berhasil menyihir beberapa orang untuk menjadi temen gue. Berikut adalah korban-korban yang berhasil gue sihir untuk menjadi temen seperjuangan gue disaat senang maupun duka, meskipun lebih banyak dukanya dari pada senangnya:
1. Kelay
Pak ketua kelas yang bertanggung jawab merawat kurang lebih 60 siswa di kelas yang tingkat kebrutalannya melebihi yang dibayangkan. Orangnya jangkung, bertanggung jawab, konyol, suka menabung, mudah diatur, nurut, dan kalau lagi laper dia suka mengeluarkan lidahnya. Lah Ini orang atau anjing!?
Nama aslinya tuh sebenernya adalah Rheza, tapi dia dipanggil Kelay. Gue heran, nama udah bagus-bagus Rheza, eh malah dipanggil Kelay. Itu sejarahnya gimana coba!?
2. Inuda
Nama aslinya Iqbal Nurul Huda, tapi disingkat jadi Inuda. Terkadang gue suka manggil dia 'Inu', yang tanpa sepengetahuan dia ternyata dalam bahasa Jepang, Inu itu artinya anjing. Orang ter-absurd di kelas. Berkulit putih, memiliki gigi yang narsis, dan rabun.
Cowo yang selalu make sarung tangan motor di kelas. Tiap hari dia selalu make sarung tangan motor. Entah dia sebenernya mahasiswa atau pembalap? Di kelas pake sarung tangan, di kantin pake sarung tangan, bahkan pas naek motor dia pake sarung tangan-- eh emang bener sih ya? Gue curiga jangan-jangan kalau boker dia juga pake sarung tangan, supaya tangannya ga kena kotoran. Pokoknya kalau salah satu dari kalian menemukan orang putih bergigi narsis dan memakai sarung tangan motor setiap hari dalam kondisi apapun, itu pasti dia. Waspadalah! Waspadalah!
3. Dio
Ga punya nama samaran.
Orang yang gendut, gede, dan besar ini adalah partnernya si Inuda dalam hal melawak. Orangnya gokil abis, lucu, menawan, sexy, dan sangat berbakat menjadi model, tapi model kelangsingan yang khusus untuk before, bukan after.
Satu-satunya hal yang paling gue suka dari Dio adalah, dia orangnya humoris dan tidak membosankan. Terkadang gue sama dia suka menghayal hal-hal yang ga jelas, tau-tau ketawa sendiri. Humoris sama gila itu beda tipis.
4. Ryan
Dia juga ga punya nama samaran kaya Kelay dan Inuda.
Orang yang paling ganteng dari Kelay, Dio dan Inuda. Ryan adalah satu-satunya orang yang memiliki suara alto yang bagus. Soalnya suaranya rendah banget.
Ryan adalah contoh laki-laki idaman wanita, karena dia ganteng, dan dia tampan (eh sama aja). TAPI... Dia ga lebih ganteng dari gue.. karena gue adalah orang ter-ter-ter-ter-kece di kelas. HAHAHAHAHAHAHA!!!! (Sedikit catatan untuk kalian, kalau dalam waktu 1-3 bulan gue tidak menulis cerita lagi, berarti gue udah digoreng sama fans-fansnya Ryan).
Anyway...
Karena kegantengan plus kemanisan gue yang tiada tara dan mempesona (ngok), gue berhasil mendapat beberapa temen yang tingkat kekonyolannya setara dengan gue, dan bisa dibilang gue telah bergabung dalam suatu POR (Perkumpulan Orang-Orang Rusak).
Yup.. Setelah gue mendapat beberapa teman, kehidupan gue di kampus pun mulai berubah menjadi asik. Ketawa-ketawa bareng Kelay dan kawan-kawan, ngecengin orang bareng Bintang sama David, bahkan nyanyi-nyanyi di kelas berduaan sama Engel.
Satu-satunya hal yang tetep ga berubah adalah, gue selalu disirem pake air sama nyokap gue kalo gue susah dibangunin tiap pagi.
Mulai dari segi bentuk muka, gue rasa dia hasil mutasi antara wajah dengan TV, karena mukanya itu lho~ KOTAK -_-
Cuma dia lah satu-satunya orang di kelas yang paling mengerti perasaan gue, karena kita sama-sama suka lagu-lagu Ambon. Kayak misalnya Naruwe, Doddie Latuharhary, Yochen Amos, dll.
Saking pengertiannya dengan perasaan gue, gue selalu curhat ke dia kalau gue lagi galau. Mulai dari soal cewe, soal keluarga, sampe soal gue cepirit di celana pas presentasi bahasa Inggris pun gue ceritain semuanya ke dia dengan penuh drama dan air mata yang kilat-kilat tak menentu.
Gua sama dia dijulukin penyanyi kelas, karena kerjaan gue kalo udah nempel sama Engel itu tuh cuma satu, yaitu nyanyi. Gue sama dia selalu nyanyi lagu-lagu Ambon sampe cewe-cewe pun seneng sama suara kita, katanya sih suara kita bagus, ga berantakan. Tapi, kalo soal muka, kita emang berantakan.
And, you know what?
Orang Ambon itu terkenal dengan suara, dan orangnya manis-manis. Meskipun yang manis sih emang dia, sedangkan gue najis. Gue sempet curiga pas para cewe-cewe ngeliat gue sama Engel nyanyi, perhatian mereka hanya fokus sepenuhnya ke Engel, sedangkan gue di-ignore oleh para cewe-cewe seolah-olah gue ini seperti penari latarnya Agnes Monica yang kerjaannya joget-joget tak menentu (gak nyambung ya? gue juga ga tau kenapa).
Satu kalimat buat lo semua, tolong hargailah perasaan laki-laki rendahan-nan-asoy-aselole-meleketejumjum-waw-waw seperti saya.
ASOY!
HIDUP LAKI-LAKI NGENES!!!
Hari demi hari pun gue jalani. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Bangun tidur, pergi ke kampus, makan somay, pulang. Pokoknya begitu terus sampe mati -__-
Sampai pada suatu hari gue mulai bisa beradaptasi dengan atmosfer di kelas, gue berhasil menyihir beberapa orang untuk menjadi temen gue. Berikut adalah korban-korban yang berhasil gue sihir untuk menjadi temen seperjuangan gue disaat senang maupun duka, meskipun lebih banyak dukanya dari pada senangnya:
1. Kelay
Pak ketua kelas yang bertanggung jawab merawat kurang lebih 60 siswa di kelas yang tingkat kebrutalannya melebihi yang dibayangkan. Orangnya jangkung, bertanggung jawab, konyol, suka menabung, mudah diatur, nurut, dan kalau lagi laper dia suka mengeluarkan lidahnya. Lah Ini orang atau anjing!?
Nama aslinya tuh sebenernya adalah Rheza, tapi dia dipanggil Kelay. Gue heran, nama udah bagus-bagus Rheza, eh malah dipanggil Kelay. Itu sejarahnya gimana coba!?
2. Inuda
Nama aslinya Iqbal Nurul Huda, tapi disingkat jadi Inuda. Terkadang gue suka manggil dia 'Inu', yang tanpa sepengetahuan dia ternyata dalam bahasa Jepang, Inu itu artinya anjing. Orang ter-absurd di kelas. Berkulit putih, memiliki gigi yang narsis, dan rabun.
Cowo yang selalu make sarung tangan motor di kelas. Tiap hari dia selalu make sarung tangan motor. Entah dia sebenernya mahasiswa atau pembalap? Di kelas pake sarung tangan, di kantin pake sarung tangan, bahkan pas naek motor dia pake sarung tangan-- eh emang bener sih ya? Gue curiga jangan-jangan kalau boker dia juga pake sarung tangan, supaya tangannya ga kena kotoran. Pokoknya kalau salah satu dari kalian menemukan orang putih bergigi narsis dan memakai sarung tangan motor setiap hari dalam kondisi apapun, itu pasti dia. Waspadalah! Waspadalah!
3. Dio
Ga punya nama samaran.
Orang yang gendut, gede, dan besar ini adalah partnernya si Inuda dalam hal melawak. Orangnya gokil abis, lucu, menawan, sexy, dan sangat berbakat menjadi model, tapi model kelangsingan yang khusus untuk before, bukan after.
Satu-satunya hal yang paling gue suka dari Dio adalah, dia orangnya humoris dan tidak membosankan. Terkadang gue sama dia suka menghayal hal-hal yang ga jelas, tau-tau ketawa sendiri. Humoris sama gila itu beda tipis.
4. Ryan
Dia juga ga punya nama samaran kaya Kelay dan Inuda.
Orang yang paling ganteng dari Kelay, Dio dan Inuda. Ryan adalah satu-satunya orang yang memiliki suara alto yang bagus. Soalnya suaranya rendah banget.
Ryan adalah contoh laki-laki idaman wanita, karena dia ganteng, dan dia tampan (eh sama aja). TAPI... Dia ga lebih ganteng dari gue.. karena gue adalah orang ter-ter-ter-ter-kece di kelas. HAHAHAHAHAHAHA!!!! (Sedikit catatan untuk kalian, kalau dalam waktu 1-3 bulan gue tidak menulis cerita lagi, berarti gue udah digoreng sama fans-fansnya Ryan).
Anyway...
Karena kegantengan plus kemanisan gue yang tiada tara dan mempesona (ngok), gue berhasil mendapat beberapa temen yang tingkat kekonyolannya setara dengan gue, dan bisa dibilang gue telah bergabung dalam suatu POR (Perkumpulan Orang-Orang Rusak).
Yup.. Setelah gue mendapat beberapa teman, kehidupan gue di kampus pun mulai berubah menjadi asik. Ketawa-ketawa bareng Kelay dan kawan-kawan, ngecengin orang bareng Bintang sama David, bahkan nyanyi-nyanyi di kelas berduaan sama Engel.
Satu-satunya hal yang tetep ga berubah adalah, gue selalu disirem pake air sama nyokap gue kalo gue susah dibangunin tiap pagi.

Haha ngakak gan ceritanya :D lanjutkan!! BTW, udah semester berapa di BSI??? nah kunjungin juga ya website univ ane di www.ipb.ac.id
BalasHapus