Biasanya, setiap anak kelas XII SMA maupun SMK pasti akan membuat yang namanya BTS, atau biasa disebut Buku Tahunan Sekolah untuk mengenang masa-masa sekolah mereka. Menurut survey, BTS berhasil membuat siswa yang membaca buku ini menjadi nostalgia karena banyak kenangan indah yang tersimpan di buku tersebut, tetapi. justru insting pembunuh gua mengatakan kalau 'nostalgia' ini bisa berubah menjadi 'bencana'. Ternyata insting gua pun benar..

Gua adalah siswa kelas XII yang akan lulus SMK dengan senyum lebar-najong-najis yang teraut di wajah gua yang eksotis ini. Berhubung teman-teman gua adalah orang 'gaul' semua, kami pun mengadakan untuk membuat Buku Tahunan Sekolah, dengan tujuan untuk mengenang masa-masa SMK kami.
Awalnya kami berencana untuk 'hunting' (foto) BTS di puncak, tetapi madam MM2 berkata lain. Dia melarang kami sekelas untuk pergi jauh-jauh ke puncak dengan alasan yang cukup kongrit, yaitu 'berbahaya'. Mungkin ini sudah menjadi naluri seorang wali kelas untuk melindungi anak-anaknya dari segala ancaman.
Thanks madam.
Dan akhirnya kami memutuskan untuk hunting BTS di Ancol (pantainya), gua pun dengan berat hati menyetujuinya.
'Eh guys, guys, guys.. Kita fix ya ke Ancol?' Kata Hendy yang sangat excited tentang BTS goblok ini.
'Huyuh~ Kenapa harus di Ancol sih?' Kata gua dengan bete
'Ya udah lu kalo ga mau ya ga usah ikut!' Kata Hendy sewot
'.....'
'Yaudah besok bawa uang BTS-nya ya, teman-teman?' Kata Devi sang penanggung jawab BTS
'Iyaaaaa...' anak-anak di kelas menjawab serentak.
Huyuh~
Duit lagi duit lagi, kenapa sih kita BTS harus bayar? kenapa ga gratis aja sih? Masa iya gua harus bobol tabungan gua dulu cuma buat foto-foto narsis-najis-tralala doang?
Misalkan BTS yang gratisan itu memang bener-bener ada, mungkin huntingnya di WC mall kali ya? kan ga banger. hahaha..
Rencana hunting BTS pun sudah fix tanggal 9 Des 2012 (Hari Minggu), dan hari itu pun akhirnya datang juga.
Yesss! akhirnya dateng juga nih hari..
Dalem hati: KAMPRET!
Kami akan berangkat jam 3 sore. Tetapi firasat gue ga enak, gue rasa akan terjadi sesuatu yang tak terduga. Dan ternyata benar. Insting gue emang ga pernah salah *kibas rambut*. Ohohohoho~
Gua berdandan seganteng-gantengnya, gua cobain setiap baju yang gua punya satu-persatu, mix and match. Kaos oblong pake celana panjang, kemeja pake celana bahan, kaos kutang ga pake celana, gundal gandul gundal gandul gundal gandul.. (just kidding)
Menurut jadwal kita akan berangkat jam 3, tetapi ada halangan tertentu, kita jadi ngaret 1 jam.
Brengsek dah emang -_-
Sejenak gua cukup prihatin sama temen-temen gua, khususnya yang cewe, yang udah pada dandan dengan menornya kaya mbak-mbak SPG di mall-mall yang single. Satu-persatu gua perhatiin, make-up mereka udah pada luntur karena keringetan, muka mereka jadi kusut, perasaan bete dimana-mana, badmood, dan bahkan mereka ngedumel sendiri. Rasain lo!!
Menurut pengamatan gua, temen-temen gua ternyata mempunyai style mereka masing-masing buat foto BTS nanti, dan gua akuin style mereka itu cocok banget buat BTS ini. Ada yang style layaknya anak pantai, sexy, hot, dan bahkan ada yang make gaya hip-hop (itu gua). Tetapi ada 1 temen gua yang style ini bisa dibilang absurd banget, karena dia memakai baju seperti ibu-ibu yang ingin pergi ke undangan. Entah apa yang ada di pikiran dia saat itu. Udah jelas-jelas kalau kita akan hunting di pantai, tapi dia justru malah make baju kaya ibu-ibu undangan. Ah sudahlah..
Setelah berbagai rasa bete dan badmood yang bercampur aduk, akhirnya kami berangkat menuju Ancol.
Kami berangkat memakai mobil carry, yang mirip kaya komprengan. Di tengah pernajalan kita sih enjoy-enjoy aja, ketawa-ketawa, bahkan temen gue, si Hary, kentut di dalem mobil dengan suara yang indah 'piyuuuuuuuuut~'. Tapi ga bau sama sekali, ajaib.
Setelah kami masuk di pintu Ancol, disana ada tradisi bagi para petugas pintu untuk menghitung jumlah penumpang yang ada di mobil. Gua pun mendapatkan ide yang brillian untuk menyembunyikan salah satu teman kita yang ada di mobil, yaitu Bintang, agar bayar tiket masuknya bisa lebih murah.
'eh Tang..' kata gue dengan menatap wajahnya
'Kenapa?' Bintang mengangkat alis kirinya
Tanpa bicara apa-apa lagi, gua dengan gerakan seperti bebek liar dengan cepat menutupi tubuh Bintang dengan segala barang-barang yang ada untuk nyembunyiin dia di bawah kolong. Gua rasa si Bintang dengan ikhlas melakukan tugas suci dan mulia ini, karena dia ga menolak sedikitpun tuh?.
Faktanya:
'WOYY!!! APA-APAAN NIH!!!!! PENGAP BEGO!!!' Teriak Bintang dengan sekuat tenaga.
Akhirnya kami masuk ke dalam, dan rencana brillian gua berhasi, gua pun tersenyum najong.
Di dalam kami berpencar untuk mencari spot-spot yang bagus untuk hunting, tapi setengah 30 menit berlalu akhirnya kami menemukan tempat yang pas dan cocok untuk dijadikan latar foto BTS kita. Weiiitz, it's time to say 'cheese'.
Sebelum foto, para cewek-cewek langsung bergegas menuju kamar mandi untuk berdandan lagi. Astaga, dasar wanita.. Dan ternyata, penampilan mereka berubah drastis menjadi sexy-bin-ajib! Tapi temen gua yang make baju undangan itu tetep kokoh pada pendirian untuk tetap make baju undangan itu. Ah biarlah..
Dan hunting pun dimulai..
Gua sih sebernya mau jaim di dpn temen-temen gua untuk menyembunyikan kalau gua ini sebenernya bisa menjadi liar kalau sudah berurusan dengan foto-foto. Tapi karena ini untuk 'pertama dan terakhir', gua pun bertekad untuk menunjukan keliaran gua di depan teman-teman gua sendiri. Keliaran gua ini mulai terlihat ketika gua memasang gaya-gaya absurd ketika difoto, entah itu lidah melet, gaya Cherrybelle, atau bahkan gaya Gangam Style (becanda!).
Lokasi foto bertempat di jembatan panjang Ancol yang menghubungkan antara pantai satu dengan pantai yang lain. Ini tempat yang keren, meskipun sedikit angker buat gua.
'Eh jo, lu tar foto pake gaya apaan?' Tanya Devi
'Hmm.. gaya apa aja dah, yang penting gokil..'
'Emang lu mau pake gaya kaya gimana?' Devi penasaran
'Liat aja deh nanti.. pasti lu terkejut deh' kata gua sok misterius
'Ya udah deh..'
Gua berharap Devi terkejut melihat pose gua yang gokil abis ini, tapi justru sebaliknya, dia malah shock.
Karena gaya yang gua pake adalah: Gaya Mario Balotelli yang bagaikan pegulat WWE kelas berat..
dia bilang 'Lo itu idiot'

Setelah memakai gaya Balotelli, akhirnya gua pun selesai foto dan lanjut ke sesi photo group. Kelompok gua adalah kelompok ke-1, dan lagi-lagi kita foto pertama.
(Sekedar Info: gua adalah orang yang paling keren diantara orang-orang di kelompok gue *ditendang*)
hehehe..
Gua pun memamerkan senyum pepsodent gua dan memperlihatkan gigi gua yang putih ini dengan berkata 'Cheese' dengan sisa cabai merah yang masih nyangkut di gigi, akhirnya kelompok kami selesai foto, dan kelompok gue mendapatkan waktu free untuk bermain-main atau saling bunuh-bunuhan.
Gua pun bengong dan bingung mau ngapain, karena gua single di saat itu dan gua belum dapet gebetan, gua cuma bisa bengong aja. Kalau misalkan saat itu gua udh punya pacar, pasti gua lagi teleponan sampe pulsa gua abis mungkin. Soalnya BETE banget sob, nungguin kelompok-kelompok lain yang belum foto.
Ada yang harus diulang-ulang fotonya karena dia ga puas dengan hasil fotonya, dasar!
Disaat kebengongan gua, si Devi tiba-tiba bisikin ke gua..
'Eh Jo, lu liat deh tingkah lakunya si Fahri.. ada yang ga beres' Devi berbisik di kuping gua
'Lah? emang dia kenapa?'
'Gua juga ga tau, dia mendadak jadi diem gitu'
(info: Fahri ini orangnya sangat hiperaktif, sama kaya gua, cuman lebih brutalan dia dari pada gue)
'Mending lu tegor dia deh, gua ngerinya dia kesurupan aje' Usul Devi
'Yaudin~' jawab gua santai
Gua langsung samperi si Fahri dengan gaya hiperaktif gue..
'Yo~ Fahri!' Sambil menepok pundaknya'
Karena dia orangnya tinggi banget, gua sampe loncat untuk menepok pundaknya, soalnya gue ini pendek, makanya gua dipanggil "Ntet" kalo dirumah -_-
'Woy Fahri, diem aje lu dari tadi.. Ga asik lu ah! Mendingan kita ngerusuhin orang pacaran.. Mau ga?'
'....' Fahri cuma geleng-geleng kepala..
'Eh.. elu kenapa sih?'
'....' Dia diem..
'Lu sakit? kalo lo sakit mah mending lu balik ke mobil gih..'
'....' Dia masih diem.
'Lu kesurupan ye!?' gua sewot karena kesal
Tiba-tiba Fahri nutupin mulut gue, gua pun mencoba memberontak. Gua memberontak bukan karena gua ga bisa nafas, tapi gara-gara tangannya dia ini baru ketek!!
'MMMPHHHH!! UGHHH!! MFFFFHHHH!!!' gua coba berteriak, tetapi hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari mulut gua.
'Sssstt..'
'MPPHHHH!!! (artinya: LEPASIN BEGO!!)' gua teriak
'Dengerin gua dulu!' kata Fahri
'AAARGHHH!!! MMMMFFFFHHHH!!! (artinya: IYA IYA!! MAKANYA LEPASIN!! TANGAN ELU ITU BAU KETEK, BEGO!!)' gua teriak makin kenceng
akhirnya tangan Fahri yang beracun itu telah terlepas dari mulut dan hidung gua..
TERIMA KASIH YA TUHAN KARENA ENGKAU TELAH MEMBERIKANKU KESEMPATAN UNTUK HIDUP!
Fahri bilang ke gua 'Jo, mendingan kita pergi dari sini, gua ngeliat penampakan banyak banget disini, disini tuh angker banget, gua sempet ngeliat vision kalau salah satu dari kita akan ada yang bakal kena musibah disini'
Gua pun langsung merinding..
Gua langsung lapor ke Devi tentang apa yang Fahri bilang ke gue..
'Yailah, ngapain sih takut sama SETAN doang!? Biarin aja udeh, kita ga bakal kenapa-napa kok!' Kata Devi sewot.
Ini adalah awal dari 'bencana' yang gua ceritakan di atas tadi.
Gua sempet berpikir kalau Devi itu ternyata sebagai cewek dia berani juga ya? biasanya kan cewek tuh pasti bakal parno kalo udah berurusan sama yang namanya hantu. Gua bener-bener salut sama dia.
Jadi kita memutuskan untuk kokoh pada pendirian dan tetap berada disini sampai sesi photo group selesai.
Disaat gua dan Irfan (Pacarnya Devi) lagi melihat foto-foto yang ada di kamera digital nya si Irfan, dia ga sengaja ngeliat ada 'orbs' di salah satu fotonya Devi.
'Jo! Jo! liat deh!' Irfan tiba-tiba nyolek gua
'Apaan?'
Irfan menujuk ke arah orbs yang ada persis di sebelah foto Devi
'Lu liat nih'
'Wih gila, ada kunang-kunang.. keren jadinya' Kata gua polos
'Bukan bego! ini orbs!'
'Apaan tuh?' Gua bingung
*plak* Irfan menepok jidatnya dengan dahsyatnya
Irfan menjelaskan apa itu 'orbs' ke gua, dan gua sedikit paham dengan penjelasannya sih.. Gua ga konsen sih ngedengerin penjelasannya. Soalnya Irfan kalo ngomong tuh selalu menyemburkan air ludahnya, dan salah satunya mendarat tepat di jidat gua. Selama dia ngejelasin, gua hanya fokus untuk menghindari semburan-semburan berikutnya, makanya gua ga terlalu paham apa itu orbs~
Untuk mencegah semburan-semburan selanjutnya, akhirnya gua bilang aja kalau gua udah paham tentang orbs, dan Irfan pun selesai ngejelasin. Dengan berlagak seperti orang yang sudah betul-betul paham apa itu orbs, gua langsung pura-pura panik dan bilang ke Irfan
'Terus, kita harus gimana dong!?'
'Kita hapus aja fotonya'
'Ya udah, elu hapus gih.. tapi lu liat-liat dulu foto-foto yang lain, siapa tau ada orbs juga'
'Bener juga lo..'
Beberapa menit mencari-cari, Irfan pun kaget
'Gila!! Semua fotonya Devi ada orbsnya!'
'Semua?'
'Iya semua!'
'Buset, tuh setan naksir kali sama si Devi ye?' kata gue bercanda
'Hush! Jangan ngomong sembarangan' Irfan marahin gue
'Lah? elu cemburu? Hyaaahahahaha.. Masa cemburu sama setan sih? hahaha' Gua ngakak
'Bukan, bego!!'
Irfan langsung menghapus foto-foto itu dan langsung memusatkan perhatiannya kepada Devi dengan harapan kalau Devi ga kesurupan. Kurang-lebih seperti seorang prajurit yang sedang melindungi tuan putri mungkin?
Setelah berjam-jam duduk-duduk di sana, akhirnya sesi photo group pun selesai. Saatnya untuk pulang.
Selama perjalanan pulang, gua dan Irfan menyadari kalau tingkah laku Devi itu aneh banget, kaya orang kejang-kejang gitu. Si Devi kan lagi tidur di pundaknya Irfan, Devi tiba-tiba kejang-kejang gitu, tangannya gerak-gerak gitu kaya senam SKJ, dan dia mengeluarkan suara aneh.. "huuuuu' gitu..
Ih.. Horror banget..
Gua pun ngeri ngeliatnya..
Sangking ngerinya, gua sampe ga brani tidur di mobil.. gua terpaksa melek dari Ancol sampai arah pulang ke rumah.
Waktu menunjukan pukul 23.30, dan kita pun sampai di rumah Irfan.
(Karena sekolah gue itu berdekatan dengan rumah Irfan, jadi kita memutuskan untuk mampir dulu ke rumah Irfan, kebetulan gua juga udah kebelet boker dari tadi -_-)
Pas sampe disana, Devi pun bangun dan dia ngeluh-ngeluh ga jelas gitu, katanya kepalanya sakit banget lah, punggungnya berat banget lah, pegel lah, apa lah. Gue berpikir mungkin itu hanya efek kelelahan kali. Jadi ya gua sih woles aja..
Banyak temen-temen gua yang mampir ke rumah Irfan dengan tujuan yang sama, yaitu numpang boker atau kencing.. Pffftt...
Eh ga taunya tiba-tiba Devi kesurupan beneran! dan GUBRAK!
Devi jatoh ke lantai dan dia menggeliat gitu di lantai kaya ulet keket. Ih gila! Extreme banget! ini pertama kalinya gua ngeliat orang kesurupan! Tiba-tiba seisi ruangan jadi panik. Suasana jadi tegang. Temen-temen gua yang cewek langsung pada teriak karena ketakutan melihat tingkah Devi yang extreme itu.
Sebagai pacar yang baik, Irfan langsung bertindak sebagaimana mestinya. Dia pergi keluar rumah untuk mencari Pak Ustad dan meninggalkan kami dan cewe kejang-kejang ini sendirian di rumahnya.
Dalem hati gue: KAMPRET LU FAN! JANGAN TINGGALIN KITA!
Eh beberapa menit kemudian, bagaikan seorang malaikat penyelamat, Irfan pun kembali dengan membawa Pak Ustad. Irfan menjelaskan situasinya kepada Pak Ustad..
'Baik, saya akan coba tangani hal ini' Kata Pak Ustad dengan mata yang tajam
Gua merasa deg-degan dan penasaran sendiri. Wih, akhirnya gua bakal ngeliat cara ngeluarin setan yang masukin tubuh orang. Sangking penasarannya, gua sampe duduk di paling depan untuk menyaksikan pertunjukan perdana ini dengan segedap jiwa dan raga.
Pak Ustad mengawali ritual ini dengan membaca doa dulu, karena gua orang Kristen, jadi gua ga tau apa yang mereka ucapkan, gua hanya bisa berdoa untuk keselamatan Devi saja.
Kemudian Pak Ustad memulai 'pengusiran' setan ini dari tubuh Devi. Bagaikan melihat pertunjukan sulap, gua pun sampe mangap ngeliat cara Pak Ustad mengusir setan ini. Astaga, keren banget bro!! (kampungan banget gua, ya?). Gua melihat mata Devi yang memandang keatas, tatapannya sangat hampa, gua jadi ketakutan sendiri. Devi terlihat 100x lebih seram dari pada nyokap gue.
'Datang darimana kamu!?' Tanya Pak Ustad
'....' Devi diam
'Jawab!!' Tanya Pak Ustad dengan nada seperti orang marah
'....' Devi tetap diam
'Baiklah kalau itu maumu! akan saya keluarkan kamu dari tubuh ini! Dan mengunci kamu!'
'....' Devi masih diam..
Dan tiba-tiba Devi pun tertidur setelah Pak Ustad melakukan ritual tsb.
'Ternyata setannya bisu' kata pak Ustad
GUBRAK!!
Setelah 15 menit berlalu akhirnya Devi sadar dan dia bangun..
Temen-temen gua pun bersorak-sorak bahagia dan terharu..
'Lu ga kenapa-napa Dev?' Tanya Bintang
'Gak apa-apa kok Tang, cuma pusing dikit'
'Yaudah kamu istirahat aja gih' Irfan memberi saran
'Bener tuh Dev kata Irfan' sambung gue
'Iya. makasih ya..' kata Devi lemes
Devi pun minta maaf karena dia ngerasa kalo udah membuat kita semua khawatir.
Waktu sudah menunjukan pukul 00:15, nyokap nelepon gua nanyain kenapa belum pulang, gua jelasin ke nyokap tentang situasinya, dan gua ga bisa pulang karena jam segini udah ga ada angkot lagi, jadi dengan terpaksa gua nginep di rumah Irfan, karena ga ada angkot, dan karena masih takut pulang sendiri.
Banyak sih yang memutuskan untuk nginep di rumah Irfan. Ada gue, Devi, Ulan, Ahsin, Achil, sama Agung.
kita tidur bareng di ruang tamu rumah Irfan, dengan alas karpet dan modal kipas angin, kami pun tidur bersama.
Jujur, gua SAMA SEKALI ga bisa tidur. Soalnya ada beberapa hal yang mengganggu gua:
1. si Ulan kalo tidur tuh ga bisa diem, dia gerak sana, gerak sini, kadang-kadang kakinya nendang kepala gua.. Sakit bego!
2. Si Agung malem-malem malah ngigo, berisik banget!
3. Disaat lagi tenang-tenangnya dan gua berusaha untuk tidur, gua mendengar suara aneh.. "Krecek krecek krecek krecek" entah itu suara apa, tapi yang jelas gara-gara itu gua jadi ga bisa tidur!
(Dan hasilnya gua pun ga tidur sama sekali sampai pagi)
Gua tetep melek sampe jam 4 subuh, karena sekarang hari Senin dan masuk seperti biasa, gua bangunin Devi untuk ngajak dia pulang buat siap-siap pergi ke Sekolah (Rumah gua sama Devi itu deketan, tetanggaan.. makanya pulangnya bareng)
gua berdua pun pamit sama Irfan, dan otw ke rumah..
Sampe dirumah, gua langsung sarapan dan mandi buat prepare ke sekolah. Disaat gua lagi mandi, gua sempet flashback, nginget kejadian kemaren. Gua ketawa-ketawa sendiri.
BTS yang seharusnya menjadi kenangan terindah justru berubah menjadi bencana besar.
Ini bisa dibilang sebagai BTS terburuk sepanjang masa..
Dari awal berangkat aja udah suram, iya kan?
- Jadwalnya jam 3 sore udah berangkat, eh ga taunya malah ngaret 1 jam.
- Di dalam perjalanan menuju ancol, mobil yang gua naikin justru malah dipenuhi oleh bau kentutnya si Hary.
- Mulut gua didekep sama tangannya Fahri yang bau ketek
- Disaat hunting BTS sudah selesai, pulang-pulang malah bawa setan.
- Dan gua pun ga tidur semaleman.
Pesan Moral yang gua dapet:
1. Kita harus menuruti apa kata wali kelas kita. Entah apa yang akan terjadi, wali kelas kita mempunyai alasan tertentu kenapa dia melarang kita untuk pergi ke Puncak.
2. Kita harus tepat waktu, jangan sampai membuat orang menunggu.
3. Jangan menganggap remeh setan, karena dia juga punya perasaan. Kalau dia sampai tersinggung, mungkin nasib anda akan berakhir seperti Devi.
Setelah selesai mandi, gua langsung ganti baju dan berangkat ke sekolah dengan mata yang masih mengantuk dan kantong mata yang berwarna hitam tebal seperti orang mabok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar